Kucing yang Sakit Parah perlukah Imboost, Stimuno & Inmunair?

Kucing yang Sakit Parah perlukah Imboost, Stimuno & Inmunair?-Ini adalah suatu pertanyaan yang akan dijawab pada artikel dibawah ini. Penting untuk catlovers tahu mengenai hal ini. 
Telah sejak lama, yaitu beberapa th yang lampau , saya melihat para kolega dokter hewan (drh) mulai sering memberikan resep produk-produk  peningkat kekebalan tubuh pada manusia (imunomodulator/imunostimulan) seperti imboost, stimuno, fituno ,dll kepada kucing persia dan jenis lainnya. paling tidak ada sekitar lima belas merek produk sejenis dengan berbagai macam kandungan yg berbeda-beda pula.
Kucing yang Sakit Parah perlukah Imboost, Stimuno & Inmunair?

Sekitar 1-2 tahun lalu di negara tercinta ini masuk produk imunomodulator khusus ternak yang berasal dari spanyol bernama Inmunair. Setahun belakangan saya sering menemukan produk ini juga banyak digunakan oleh para dokter hewan praktek  pada anjing & kucing yang sedang sakit. Katanya sih, bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh hewan.
Tidak mau kalah, sambil penasaran, saya juga ikut-ikutan menggunakan produk-produk tersebut. Penggunaan tersebut disertai rasa penasaran yang mendalam mengenai mekanisme kerja obat tersebut. Setelah cari info mengenai kandungan dan cara kerja obat tersebut, saya tidak lagi memberikan produk-produk tersebut pada hewan yang sedang sakit/sakit parah. Setidaknya sudah sekitar 1 tahun saya tidak lagi memberikan produk imunostimulan tsb pada hewan yg sedang sakit/sakit parah. Mau tahu alasannya ? kita lihat uraian berikut….

Soal Produk Imunostimulan Manusia

Setidaknya ada sekitar 15 brand imunostimulan yg ada di Indonesia (bisa lihat di MIMS atau ISO terbaru). Merk yang cukup terkenal & sering digunakan adalah imboost & stimuno Kandungan utama sebagian besar imunostimulan adalah Echinacea. Beberapa merk telah menggunakan campuran bahan tambahan seperti vitamin, ekstrak meniran, ekstrak mengkudu, ekstrak berry, bahkan ada yg menambahkan ekstrak jamur kayu yang dipercaya mempunyai efek penyembuhan.
Ada beberapa spesies Echinacea, ekstrak yg digunakan bisa berasal dari akar, batang atau, daun atau bunga. Masing-masing spesies 7 & bahan mempunyai kandungan yang berbeda.

Tentang kandungan & cara kerja

Bagaimana  kerja Echinacea meningkatkan kekebalan tubuh, masih belum banyak diketahui secara spesifik. Sebagian besar jurnal penelitian belum memberikan informasi yg lengkap.
Karakteristik kandungan sebagian besar produk imunostimulan adalah lipopolisakarida dan zat-zat lain yang sama-sama merupakan zat berukuran bermolekul besar.  Kebanyakan zat bermolekul besar akan dianggap sebagai benda asing/alergen bila dimasukan ke dalam tubuh. Akibatnya system kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap benda asing tersebut. Sistem kekebalan menjadi aktif dan memproduksi berbagai zat & antibodi untuk menyingkirkan benda asing. Pemberian terus menerus dapat melatih & memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Efek pemberian jangka panjang belum banyak diketahui. Beberapa zat seperti ekstrak meniran dapat menyebabkan ganguan ginjal dan tidak boleh digunakan pada wanita hamil.
Ilustrasi sederhana mengenai cara kerja imunostimulan adalah, kerjanya “menampar” sistem kekebalan tubuh secara pelan-pelan sehingga tetap bangun dan aktif. Efek jangka panjangnya ?... bayangkan saja bagaimana bila anda “ditampar” untuk tujuan baik, secara pelan-pelan dan terus menerus. Awalnya mungkin sedikit terganggu, kemudian mulai terbiasa (karena sadar hal tersebut untuk tujuan baik), lama-lama pasti kesal dan memberikan reaksi negatif.
Begitu juga dengan sistem kekebalan. Awalnya akan kaget dan bangun, bereaksi memproduksi antibodi & zat lainnya. Lama-lama akan terbiasa dan memproduksi zat-zat tersebut secara konstan pada konsentrasi yang lebih rendah dari awal. Bila hal ini terus berlangsung, akan terjadi penumpukan zat-zat tersebut. Sialnya, kebanyakan zat-zat tersebut adalah juga molekul berukuran besar. Sekali lagi, zat bermolekul besar sering dianggap benda asing/alergen oleh tubuh. Akibatnya tubuh akan menganggap zat-zat kekebalan tubuh yang diproduksi sendiri tersebut sebagai benda asing....dan kemudian akan memproduksi zat-zat kekebalan tubuh lain untuk melawan zat-zat kekebalan tubuh yang sudah diproduksi sebelumnya.
Dalam dunia kedokteran & kesehatan kondisi di atas sering disebut Autoimun. Dengan kata lain tubuh berusaha menghancurkan diri sendiri (ga kompak, kacau deh).

Tentang Produk Imunostimulan Untuk Hewan ( Inmunair )

Berdasarkan informasi dari websitenya, Inmunair mengandung propionilbacterium acnes non aktif, Lipopolisakarida E.coli, Thiomersal dan bahan tambahan lain.
Inmunair diperuntukkan bagi hewan ternak ayam (pedaging) dan tidak terdapat pada kategori produk untuk pet (http://www.calier.es/eng/productos.html). Saya belum mendapatkan informasi/alasan kuat disertai hasil penelitian, mengapa produk ini bisa  digunakan di hewan kesayangan (anjing & kucing).
 Tentang kandungan Inmunair & cara kerja
Sel Propionilbacterium acnes non aktif : Bakteri ini adalah bakteri yang pertumbuhannya lambat dan sering  terdapat pada jerawat manusia. Bakteri yg sudah dimatikan yang digunakan dalam inmunair, fungsinya sama seperti echinacea. Bertindak sebagai zat bermolekul besar dan benda asing bagi tubuh.
Lipopolisakarida E. Coli : Bagian dari bakteri E. Coli. Merupakan zat bermolekul besar. Fungsinya sama seperti echinacea & propionilbacterium non aktif, yaitu bertindak sebagai benda asing/alergen bagi tubuh.
Thiomersal : kadang kala disebut juga sebagai thimerosal atau sodium ethylmercurithiosalicylate. Merupakan molekul organik yang mengandung zat merkuri, sering digunakan sebagai antiseptik & adjuvant (pelarut untuk meningkatkan efek vaksin) vaksin manusia. Penggunaan zat ini sebagai adjuvant masih bersifat kontroversi karena diduga menyebabkan autis pada anak-anak. Selain itu zat ini berbahaya/toksik pada manusia bila diberikan secara oral atau topikal pada mukosa & saluran pernafasan (info dari wikipedia). Saya belum mendapat informasi mengenai efeknya bila diberikan oral pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Mengapa saya tidak memberikan Imunostimulan/imuno modulator pada anjing & kucing yang sedang sakit/sakit parah.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari berbagai jurnal penelitian mengenai zat  yang terkandung dalam produk-produk di atas, ditambah logika / pemikiran pribadi, saya memutuskan untuk tidak memberikan produk imunostimulan pada anjing & kucing yg sedang sakit atau sakit parah, apalagi bila penyakitnya disebabkan virus. Alasannya ada di uraian berikut....

pada saat tahap sakit/awal penyakit (terutama yg disebabkan oleh virus) sebagian besar metabolisme energi aerob  (pakai oksigen) tubuh diambil alih oleh  mikroorganisme (virus, bakteri, dll). Tubuh Cuma kebagian metabolisme energi yang anaerob dan sebagian kecil yg aerob. Akibatnya produksi energi berkurang drastis karena metabolisme yg anaerob hanya memproduksi energi maksimal 60 % dari yang normal (aerob). Selain itu hasil sampingannya berupa asam laktat juga melimpah. Asam laktat adalah bukti metabolisme energi tidak sempurna/maksimal. Asam laktat menyebabkan tubuh/otot terasa sakit/pegal-pegal. Contoh hal ini terlihat ketika kita mulai terserang flu, badan terasa lemas (karena kurang energi à metabolisme anaerob) dan pegal-pegal.
Reaksi-reaksi kekebalan tubuh memerlukan energi yang banyak. Bagaimana  mungkin bisa membuat zat kekebalan dan melawan infeksi, bila sebagian besar generator energi diambil alih oleh penyakit (bakteri, virus dll). Oleh karena itu kita perlu memberikan asupan energi yang mudah dicerna seperti ATP dan atau karbohidrat sederhana yang mudah menghasilkan energi seperti madu, fruktosa, dll. Ada jalur metabolisme energi singkat yang merubah karbohidrat langsung menjadi oksidator/pembasmi penyakit tanpa melalui jalur norma/siklus Krebs. Hal ini tidak diajarkan diperkuliahan kedokteran manapun ( Trus... tau dari mana, dong?....:D...)
Pada saat fase awal pemberian, produk imunostimulan yang ada sekarang ini (stimuno, inmunair, imboost, dll) menyebabkan imunosupresi (info dari jurnal hasil penelitian). Dengan kata lain menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Bukannya meringankan penyakit, malah memperberat beban tubuh. Coba bayangkan beban tubuh yang sudah kekurangan energi akibat generator energi diambil alih penyakit, ditambah pemberian imunostimulan yang bekerja menjadi alergen/benda asing (mirip dengan penyakit) dan memaksa sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap imunostimulan, sementara sistem kekebalan tubuh juga masih harus melawan penyakit.
Secara logika sederhana,  pada saat sakit & kekurangan energi, sistem kekebalan tubuh hanya bekerja melawan penyakit. Bila diberi imunostimulan, pekerjaan sistem kekebalan tubuh bertambah karena harus juga memproduksi zat kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap imunostimulan.
Fase berikutnya dari pemberian imunostimulan adalah peningkatan zat-zat kekebalan tubuh yang bisa membantu melawan penyakit. Pada manusia ini terjadi sekitar 1-2 minggu setelah pemberian terus menerus. Fase ke2 sangat tergantung degan kondisi tubuh orang/hewan yang sakit. Bila kondisi hewan/infeksi sudah berat, fase kedua ini kemungkinan besar tidak akan pernah terjadi.
Pada kasus infeksi virus seperti  panleukopenia, calici & rhinotracheitis, kita berlomba dengan virus dan waktu. Secepat mungkin mensupport kucing agar mampu melawan virus. Biasanya dalam waktu sekitar 1 minggu sudah mulai terlihat virus sudah bisa dilawan atau tidak. Setelah kondisi mulai membaik sekitar 1.5- 2 minggu, tubuh mulai punya cukup energi untuk menjalankan berbagai metabolisme  dan bisa menjalankan sistem kekebalan tubuh yang “seperti normal” barulah berbagai produk imunostimulan bisa diberikan untuk mempercepat dan menuntaskan persembuhan. Dengan syarat harus bisa menjamin masuknya nutrisi dan energi yang cukup bagi kucing.
Pada kasus virus yang datang menyerang langsung sistem kekebalan tubuh, atau membuat sistem kekebalan  tubuh tidak berfungsi sempurna, seperti Feline Leukemia (FLV), Feline Infectious Peritonitis (FIP) dan AIDS kucing (Feline Immunodeficiency Virus/FIV), pemberian produk-produk imunostimulan/ imunomodulator di atas kelihatannya akan semakin memperparah kondisi kucing. Penyakit-penyakit ini agak sulit didiagnosa dan sering salah didiagnosa oleh para dokter hewan seluruh dunia (termasuk saya...:D ...).

Penutup

Tulisan ini adalah hasil pemikiran pribadi yang didapat dari pengalaman, membaca berbagai sumber informasi dan jurnal hasil penelitian di internet. Berbagai tindakan, pemikiran yang ditulis di atas tidak sempurna, bisa didebat dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Saya berusaha seobjektif mungkin tanpa bermaksud menjelek-jelekkan atau mendiskreditkan orang, perusahaan atau produk tertentu.

Diskusi dan saran  mengenai masalah imunostimulan ini sangat diharapkan terutama dari para praktisi medis seperti ahli farmasi, peneliti, dokter dan kolega dokter hewan.artikel ini oleh : drh. Neno WS

Demikian lah Kucing yang Sakit Parah perlukah Imboost, Stimuno & Inmunair?

Baca juga Suntikan Anti Jamur Pada Kucing

1 Response to "Kucing yang Sakit Parah perlukah Imboost, Stimuno & Inmunair?"

Anonim mengatakan...

mantab nih sharenya... bagus banget infonya terima kasih ya jadi tahu deh...